Budaya masa lalu di Indonesia memiliki perbedaan dan perubahan budaya yang lebih canggih dengan masa sekarang dan masa yang akan datang. Di masa lalu, nenek moyang tidak memasak. Namun, mereka berburu binatang atau mencari tumbuhan yang bisa mereka makan. Pada masa ini juga
tidak ada penerangan sama sekali. Pada malam hari, dunia serasa gelap gulita. Pada masa lalu, mereka tidak ada yang memakai baju. Semua tidak memakai penutup badan atau baju. Mereka mandi, minum, dan mencuci saja bersama - sama dengan menggunakan air sungai. Komunikasi yang mereka gunakan adalah alat tradisional, seperti kentongan, surat, atau secara langsung.
Namun, di kehidupan masa lalu, penuh dengan kebersamaan, kekeluargaan, dan kerukunan. Tidak ada tawuran, pertikaian, atau sebagainya.
Di masa sekarang, semua
sudah merasa tercukupi dengan adanya alat masak dan penerangan yang cukup.
Namun, di masa sekarang masih ada yang belum mendapat penerangan yang cukup.
Mereka hanya bisa menggunakan lilin atau lampu teplok. Pada masa sekarang, mereka sudah menggunakan pakaian yang layak untuk melindungi badan dan menutup badan mereka. Mereka pun mandi juga sudah mendapat aliran air. Adapun desa - desa atau tempat yang belum mendapat aliran air yang layak untuk mandi, mencuci, dan minum. Mereka mandi, minum, dan mencuci masih menggunakan air sungai yang kotor. Itu dapat merusak kesehatan mereka. Komunikasi yang mereka gunakan adalah handphone, email, facebook, twitter, path, dan social media lainnya.
Di kehidupan masa sekarang, banyak terjadi tawuran, pertikaian, pertengkaran, atau sebagainya. Mereka hanya mementingkan tahta mereka menjadi penguasa tempat atau sebagainya.
Di masa yang akan
datang, semua terencana dengan baik. Semua alat lebih canggih dan semua tempat
mendapat penerangan yang cukup, bahkan lebih dari cukup. Pada masa yang akan datang, dapat dijamin, semua sudah menggunakan pakaian yang layak, mendapat aliran air yang lebih dari cukup, dan alat komunikasi yang lebih canggih dari masa lalu dan masa sekarang.
Semoga, di masa yang akan datang tidak ada lagi tawuran, pertikaian, pertengkaran, atau sebagainya. Semua penuh dengan kebersamaan dan bisa berfikiran lebih dewasa, untuk tidak membuat pertengkaran atu sama lain.